Manis Getir

ini bukan tentang sesuatu yang nyata. tapi lebih spesifik pada apa yang sedikit terlihat lebih licik. pada mulanya hanya ada aku dan dia. kami sempat bercengkrama dikala aku tumpahkan coklat panas di pahanya. warnanya coklat kehitaman, namun kupegang saat itu sedikit basah, hangat, dan terasa legit. cukup sampai disini, jendela itu tertutup rapat dan segera terbuka pula pintu demi pintu…
beberapa sakuku robek menggenaskan. madu yang kubungkus koran bekas tampak berserakan, rasanya terasa
kost dewa kala itu delapan empat sebelas malam

One thought on “Manis Getir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s